Hai, aku yang lain. Kemarilah, duduk di sini. Sudah kuseduhkan secangkir kopi untukmu.Tak perlu menyembunyikan apa pun malam ini. Aku sudah tahu semuanya.Aku tahu tentang penyesalan yang masih kau kunjungi
Jurnal Harian Refletif
Pernahkah kalian berfikir cara terbaik untuk mengucapkan selamat tinggal? Bukan karena kalian akan pergi jauh berpindah tempat tinggal, melanjutkan hidup seperti orang dewasa lainnya.Tapi bagaimana jika kita tidak pernah menjadi
Bingung Kenapa otak ini begitu linglung dan tidak mampu menyelesaikan apa yang harus diselesaikan?Otak terasa terhenti saat detik terus berganti, namun jari-jari terus mencari hal yang tidak pasti dari layar
Beberapa hari di pertengahan bulan Mei tahun ini(2021), saya menyempatkan diri untuk pergi ke tanah Yogya. Selain bernostalgia akan peristiwa dan kenangan di masa lalu saat masih belajar dan ngangsu
“Seperti apa aku mau menghidupi aku?”Pertanyaan yang perlahan mengisi waktu heningku di pukul enam sore kala itu.Tidak mau menjawabnya dengan gegabah.Tapi mulai kuurai dalam kata-kata yang seindah mungkin.Kira-kira seperti ini:




