Sastra

MANTRA-MANTRA BULAN

malam ini bulan berkunjung ke mataku
dengan utuh bersama putihnya
membawa kuning yang menipis
memutar ulang dongeng-dongeng purbakala
tentang ramayana
tentang dirinya yang pernah terbelah

malam ini bulan menyapa Juli yang kering
dingin: merayap ke tulang belulang
bercerita tentang manusia
tentang dirinya yang dikutuk
atas pilihannya sendiri
menyeberangi masa dan dimensi

malam ini bulan tertawa di atas tanah pusaka
atas darah, nama, dan manusia pemangsa sesama
lalu tertawa setelah merapal mantra kuno
yang tak kunjung mustajab

malam ini bulan menggali kuburnya sendiri
diantar mantra-mantra putus asa
melihat kawanan manusia

Kebumen, Juli 2026.

Like 0
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *