Sastra

Malam di Akhir Mei

Sebuah potret dari kamar yang terpencil
Memberantaki pikiranku
Kamar tanpa salam yang ingin sekali ku ketuk,
dan separas itulah malam

Seperti tak mengenal kantuk
Kantuk mengulur pagi yang selalu datang terlambat
Sebelum aku sampai disitu

Hanya sebuah kamar,
dan parasmu mengintai tidur,
Kau akan berselimut tanpaku,
Seperti biasa selalu begitu

Like 2
Dislike 0
Shares:
Berikan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *